Fantasy – Novellina Apsari

Standard

“…bagiku, sebuah mimpi bukianlah sesuatu yang tidak penting. Mimpi adalah inti dari kehidupan manusia. Aku memulai hidupku dari sebuah mimpi…” (Valenntina – Halaman 171)

Itulah mimpi. Setiap orang mendefinisikan mimpi dengan arti yang berbeda-beda. Namun, dari berbagai definisi itu, mimpi memiliki satu maksud yang sama yaitu sebuah tujuan hidup.

Di dalam novel ini, kita akan membaca mengenai tiga kisah para tokoh utamanya dengan mimpi mereka masing-masing. Awang, Davina dan Armitha. Kisah mereka bertiga untuk mengejar dan meraih mimpi dengan segala pengorbanan yang harus mereka lakukan. Cinta, persahabatan, kesetiaan serta kepercayaan akan diuji dalam perjalanan melalui jalan menuju mimpi yang tak pernah mudah.

Kisah dari novel Fantasy sendiri  diambil melaui sudut pandang Davina (Vina) dan Armitha (Mitha).

Sudut Pandang Davina (Vina)

Sudut Pandang Davina (Vina)

Sudut Pandang Armitha (Mitha)

Sudut Pandang Armitha (Mitha)

Menurutku cara penulis untuk membedakan tokoh Vina dan Mitha sudah berhasil. Selain ditunjukkan di setiap pergantian sudut pandang, kita sudah bisa merasakan bahwa ini sudut pandang Vina atau Mitha melalui cara berfikir dan dialog mereka.

Dan untuk setiap pergantian bab di novel Fantasy kita akan disambut dengan gambar piano yang hampir sama seperti cover novel

Cuplikan salah satu bab novel Fantasy

Cuplikan salah satu bab novel Fantasy

Untuk cover novelnya aku rasa sangat keren. Warna hitam yang mendominasi cover Fantasy tidak membuat novel ini terlihat kusam dan gelap tapi malah sebaliknya. Mungkin itu karena warna putih yang ikut serta mewarnai.

Dan masalah typo masih ada tapi tidak banyak

“…atau sebaiknya.” seharusnya “…atau sebaliknya.” (Halaman 84, paragraf 2)

“…dan aku merasa sangat teberkati.” seharusnya “…dan aku merasa sangat terberkati.” (Halaman 303, paragraf 1)

Beberapa kutipan favorit:

“Aku hanya mengetahui perasaanku dan berusaha jujur pada diriku sendiri. Tak perlu menggali lebih dalam akar dimana perasaan itu tumbuh.” (Davina – Halaman 48-49)

“Telinga hanyalah penerima, namun organ yang sesungguhnya bekerja adalah otak dan tentu hatimu.” (Valenntina – Halaman 84)

“Seseorang perlu orang lain untuk mendukungnya betapapun besar bakatnya. Kau berbakat, tapi kau butuh orang yang mendukungmu.” (Awang – Halaman 260)

Sebuah sindirian halus juga aku temukan dalam novel ini:

“Kupikir seharusnya kita menculik Valenntina kemudian menaruhnya di sebuah negara di mana musik klasik sangat dihargai sehingga dia mungkin akan jauh lebih terkenal daripada Krisdayanti.” (Halaman 58)

Kalimat itu aku rasa ada benarnya. Karena memang geliat musik klasik telah kalah dengan musik pop di negeri ini.

Sedangkan untuk rating, aku beri  dari 🙂

Aku sangat merekomendasikan novel ini untuk kalian para pemimpi. Agar selalu berusaha menggapai mimpi kalian, tidak menyerah setelah menghadapi berbagai ujian. Sehingga, mimpi tidak menjadi sebatas angan-angan. So, let’s read Fantasy guys 😉

Terimakasih novelnya Kak Novellina :'))

Terimakasih novelnya Kak Novellina :’))

“Love doesn’t conquer all, faith does”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s