A Dandelion Wish – A Novel by Xi Zhi

Standard

Pria itu pasti sudah gila.

Orang normal tidak akan duduk d atas kap mobil orang yang tak ia

kenal dan menyanyikan lagu blues di tengah badai topan

Badai topan untuk kedua kalinya terjadi dalam satu bulan terakhir. Rumah Sakit dimana Dokter Bai Qian Xun berada begitu sibuk. Ia yang merupakan seorang dokter ahli bedah jantung pun harus ikut serta masuk UGD dan mengerjakan, pekerjaan yang dianggapnya tak ada tantangannya sama sekali.

Menjahit luka, menggunting sisa benang jahit, mengoleskan obat, dan menutupinya dengan kain perban. Baik bagian dalam maupun luar. Semua dilakukan oleh dokter ahli jantung itu dengan cepat, tenang, tepat, dan indah.

Semuanya segera selesai dengan segera. Dokter Bai yang kelelahan setelah melakukan tugasnya hari itu lalu segera berniat kembali ke apartemennya. Tapi, harinya tak selesai sampai disitu saja.

Setelah keluar dari rumah sakit, ia begitu kaget. Seorang pria asing duduk dengan santai di atas kap mobilnya. Pria itu sedang asyik menyanyikan lagu blues dengan santainya. Yang lebih menjengkelkan dari itu semua, pria itu ternyata hilang ingatan.

Pria asing yang hilang ingatan tersebut tanpa segan meminta kepada Bai Qian Xun untuk menampungnya malam itu. Apa Bai Qian Xun setuju? Tentu saja tidak. Tapi itu hanya pada awalnya, akhirnya hati Bai Qian Xun pun tergerak. Dokter Bai lalu membawa pria asing yang aneh itu ke apartemennya.

Dan kisah semakin berlanjut. Lambat laun, ia mulai menyukai kehadiran pria yang mengaku bernama Cheng Feng itu dalam hidupnya. Cinta Bai Qian Xun itu, bahkan terbalas. Cheng Feng pun juga mencintanya. Namun, pria itu hilang ingatan. Iya, benar sekali. Ingatannya pasti kembali. Kenyataan yang sulit diterima membuat hubungan mereka berdua rumit.

Alur terus mengalir dengan begitu baiknya. Segalanya diceritakan dengan indah.

Tentang sebuah harapan melalui bunga Dandelion.

Make a Wish with Dandelion Flower

Semoga Cheng Feng akan tetap berada di sisiku selamanya.

Semoga Cheng Feng selamanya berada di sini.

Semoga Cheng Feng jatuh cinta pada tempat ini.

Semoga Cheng Feng dengan hati menjadi keluargaku.

Semoga…


A Dandelion Wish, novel ini merupakan karya terjemahan mandarin pertama yang aku baca. Kisah di novel ini pasti sebelumnya pernah ditemui apalagi di sinetron Indonesia. Mengisahkan tentang pria yang hilang ingatan kemudian jatuh cinta, pada seorang wanita yang menjaganya selama amnesia.  Tapi, entah kenapa cerita ini menarik sekali buatku. Novel yang tergolong tebal ini aku selesaikan dalam waktu kurang lebih 2 hari.

Sebagai salah satu pembaca novel ini, alasanku menganggap novel ini menarik dan bagus ada beberapa.

~Mulai dari cover depannya, menurutku covernya cantik sekali dan bisa menggambarkan tentang judulnya “A Dandelion Wish” dengan baik. Penting nih, kalau gak menarik kan ada kemungkinan nggak dilirik sama pembeli 😀

~Kemudian alur ceritanya. Semuanya mengalir dengan baik. Nggak terlalu lambat dan terlalu cepat. Cuma untuk bagian akhirnya saat mendekati ending aja aku agak kaget. Dikit.  🙂

~Lalu untuk terjemahannya, sangat mudah dimengerti. Membuat pembaca menikmati jalannya cerita dengan lancar tanpa hambatan. Sehingga, novel ini dapat di selesaikan dengan cepat 😀

~Terus yang paling akhir, bagian belakang. Iya, sinopsis/blurb novelnya. Suka pakai banget. Soalnya, sinopsis/blurb di A Dandelion Wish ini bisa menggambarkan cuplikan ceritanya dengan menarik. Yeay!

Untuk typo cuma 2 yang aku temui dan ditemui di halaman menuju akhir saja.

“… tetap ingin mengendarai mobilnya lau pergi …” Kurang huruf >>> l(el) – Halaman 316

“… menelan segumpulan lemak shingga menyebabkan …” Kurang huruf>>> e – Halaman 321

Beberapa kutipan yang aku ambil dari novel A Dandelion Wish:

Kehidupan tidak boleh dija;ano dengan ceroboh atau sembarangan. Kau harus mengisi setiap menit dengan hal yang berguna, menciptakan sebuah nilai bagi kehidupanmu (Bai Qian Xun – Halaman 81-82)

Saat cinta, kembali menjadi pasangan, lalu saat sudah tak cinta, langsung mengucapkan selamat tinggal. Hubungan yang tidak jelas begitu, apa untungnya? (Bai Qian Xun – Halaman 86)

Cinta bukanlah sesuatu yang bisa dipupuk seorang diri. (Song Jia Jia – Halaman 264)

… bahwa cinta seperti bibit pohon. Cinta perlu dijaga dengan sangat hati-hati dan dipelihara dengan sabar. (Fang Ruo Ke – Halaman 290)

  Penulis: Xi Zhi

  Penerjemah: Jeanni Hidayat

  Penyunting: Arumdyah Tyasayu

  Proofreader: Yuli Yono

  Cover desainer dan ilustrasi isi: @teguhra

  Penerbit: Penerbit Haru

  Diterbitkan: April, 2014

  Tebal: 346 halaman

Rating: 5 0f 5 stars ~PERFECT~

  ISBN: 978-602-7742-34-5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s