Review: Anak-Anak Totto-Chan

Standard

… kupersembahkan kepada 180 juta anak yang meninggal karena kekurangan gizi, penyakit menular, atau perang saudara, anak-anak yang selalu memercayai orang dewasa dan tak pernah mengeluh …

Tanzania, Nigeria, India, Mozambik, Kamboja dan Vietnam, Angola, Banglades, Irak, Etiopia, Sudan, Rwanda, Haiti, Bosnia-Herzegovina …betapa malangnya penduduk disana, saat itu mungkin juga sampai sekarang.

Totto-chan kini telah dewasa dan telah menjadi Duta Kemanusiaan setelah ditunjuk UNICEF. Mengunjungi berbagai negara dan menemui bermacam-macam anak. Anak-anak yang tidak bisa makan, tidak bisa sekolah, tidak bisa dirawat ketika sakit, bahkan mengalami trauma hebat akibat perang.

Kisah tentang cinta dan belas kasih untuk anak-anak di seluruh dunia, untuk setiap anak dan setiap ibu yang ditemuinya dalam tugas kemanusiaan.

Haru dan sedih terasa sekali saat membaca buku ini. Beberapa foto diselipkan di dalamnya. Membantu menggambarkan tentang betapa memprihatinkannya kondisi anak-anak disana.

Setiap negara di buku Anak-Anak Totto-Chan memiliki kisah menyedihkan masing-masing.

Banglades
Dalam cerita berjudul “Hati-Hati Melangkah!” terdapat lima bersaudara, tinggal bersama ibunya dalam rumah yang begitu kecil. Lantai tanah, kasur jerami kecil, panci memasak, dan satu untuk tempat air. Ya, hanya itu.

Angola
Sebuah cerita berjudul “Tangan dan Kaki Dipotong”. Membaca judulnya pasti sudah terbayang isinya. Seorang anak perempuan tangannya hilang dari bahu. Dipotong oleh tentara gerilya setelah mereka membunuh ayah dan ibunya. ;(

Kamboja dan Vietnam
“Bagus Sekali Pakaianmu!” pertama baca judul aku pikir ini pujian yang diberikan pada Tetsuko oleh anak-anak disana, tapi ternyata sebaliknya. Tetsuko memuji anak-anak itu 🙂 Mereka yang biasanya tidak memiliki baju dan harus telanjang sengaja menyiapkan baju hanya untuk menyambut kedatangan Tetsuko.

Tidak hanya tiga cerita itu saja sebenarnya, masih banyak lagi lainnya. Buku ini begitu bagus, cocok sekali bagi orang-orang yang terlalu banyak mengeluh tentang hidupnya. “Lihatlah, mereka masih kecil. Dan hidup mereka begitu menderita,” seakan begitulah yang ingin disampaikan.

Beberapa kalimat menyentuh dalam buku ini

Tapi anak-anak hanya diam. Mereka mati dalam kebisuan, di bawah daun-daun pisang. Memercayai kita, orang-orang dewasa. [Halaman 17]

Perawat memberitahuku bahwa anak itu, yang tampak sekarat, berkata padaku, “Aku berdoa untuk kebahagianmu.” [Halaman 76]

Mereka semua tampak kurus dan berpakaian sederhana. Tapi senyuman mereka sangat manis. [Halaman 152]

Keterangan Buku:

Judul: Anak-Anak Totto-Chan

Penerjemah: Ribkah Sukito

Editor: RC. Rully Larasati & Nina Andiana

Desain dan Ilustrasi Cover: Martin Dima

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Cetakan keenam, Mei 2013

Tebal: 328 hlm HVS

Rating: 5 of 5 stars

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s