Review: Manjali The Novel | Dannie Faizal

Standard

ManjaliNina Anjani Manjali –biasa dipanggil Jali– adalah korban malpraktek genderuwo. Jali diculik dan ditinggalkan di sebuah kuburan. Takdir itulah yang membuat Jali berteman dengan banyak makhluk gaib.

Beranjak dewasa, Jali menyadari hidup yang dijalaninya ganjil. Dengan niat menjalani kehidupan ‘normal’, Jali berusaha mencari orangtua kandungnya. Satu-satunya jalan berada di ‘Ruangan Memori’. Masalahnya ruangan itu dijaga setan terjahat di jagat raya. Tambahan lagi, hanya arwah penasaran yang bisa masuk ke ruangan itu.

Bersiaplah ngakak mengikuti aksi Jali CS menemukan jati diri Jali sebenarnya.

Dari blurb novel ini, kalian pasti tahu kalau ini ternyata bukan novel horror 😀 Jujur waktu baca judul, lihat sampul yang ada kuburannya, aku pikir ini novel seram. Apalagi tagline novelnya –Rahasia Alam Gaib– Udah ngeri banget itu.

TERNYATA ini novel komedi. Selama perjalanan mencari tahu tentang orangtua Jali, kita akan terhibur dengan segala tingkah konyol Jali CS yang terdiri dari Pocong Funky alias Pongki, Dayang Sri Wulan alias Dayang (si kuntilanak senior), dan Jembers kependekan dari Jelangkung Reimburst. Di tengah jalan mencari Ruangan Memori nantinya akan muncul tokoh lain bernama Saladin –dipanggil Adin–. Tapi, jujur beberapa joke di novel ini nggak bikin aku ketewa.

“…apa pula itu ‘Peki? Jorok. Kedengarannya sebutan buat… buat apa deh terserah…. Gue masih bingung.” [Halaman 193]

Contohnya di atas. Dannie Faizal, penulis sengaja bikin tokoh bernama ‘Peki’ alasannya tentu untuk membuat pembaca ngikik ketawa. Sayangnya beberapa pembaca, termasuk aku nggak tau arti itu. Sama sekali nggak ketawa dan jadi sia-sia.

Manjali The Novel ini terdiri dari beberapa bab, yang jumlah keseluruhannya ada 13. Saat awal baca novel ini, aku dibikin mengerutkan dahi. Kagum dengan kerennya setan-setan di novel ini yang bicara pakai bahasa gaul, lo dan gue. Dan meskipun ini novel komedi ada pesan juga yang bisa kita ambil dalam novel ini. Tentang rasa setia kawan. Dilukiskan dengan begitu setia kawannya Pongki, Dayang, dan Jambers . Meskipun di tengah jalan ada masalah yang datang.

Kalimat-kalimat sindrian dari novel ini:

“Mungkin beberapa orang pernah mengalami hal yang sama seperti gue, bertanya pada Tuhan dan tidak menerima jawaban. Mungkin ini juga penyebab terbesar banyak orang meninggalkan ibadahnya.” [Halaman 108]

“Tikus paling ogah dekat-dekat kemiskinan? Bukannya itu ‘tikus’ yang duduk di kursi pemerintahan (baca: anggota DPR), bukan tikus got?” [Halaman 130]

Keterangan Buku:

Penulis: Dannie Faizal

Editor: Syafial Rustama

Proof Reader: Dewi Fita

Penata Letak: Gita Suzieana

Desainer Sampul & Ilustrasi Dalam: Dannie Faizal

Penerbit: Bukune

Terbit: I, 2012

Tebal: 328 hlm

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s