Under The Southern Stars | Anida Dyah

Standard

Under The Southern Stars

4500 Km

30 Hari

4 Petualang

1 Benua

Aku mengulurkan tangan ke atas, menggapai udara. Berusaha meraih bintang di angkasa. Pikiranku seperti bintang-bintang di angkasa. Pikiranku seperti bintang-bintang itu. Tersebar secara bebas dan acak.

“Cantik ya, cahayanya?” Thomas berkata dengan tenang dan pelan. “Ini adalah salah satu tempat terbaik di dunia untuk melihat jutaan bintang dengan mata telanjang,” lanjutnya.

Aymeric menarik napas panjang. “Ribuan kilometer dari sini, teman-teman kita mungkin sedang makan malam di restoran atau menikmati sejuta kemewahan dan kenyamanannya.” Ia lalu tersenyum. “Tapi, aku lebih memilih kebebasan ini.”

Aku mengangguk setuju.

Under The Southern Stars merupakan buku autobiografi Mbak Anida Dyah selama perjalanannya di Australia. Keputusan besar pertama yang harus dilakukan pertama kali di awal perjalanannya menurutku cukup sulit, melepaskan karier yang telah dibangunnya bertahun-tahun. Menukar kenyamanan dengan ketidakpastian hanya untuk senang-senang. Why? Mungkin, sulit untuk mengerti alasannya di halaman-halaman awal buku ini. Tapi setelah membaca lebih dalam, aku tahu alasannya. Pengalaman, pengalaman yang tidak akan didapat meski akan bekerja selama setahun, dua tahun atau beberapa tahun ke depan.

Selama perjalanan 4500 km, Mbak Anida tidak sendirian tapi ditemani oleh 3 petualang lainnya. Thomas dan Aymeric dari Prancis, serta Judith dari Jerman. Mereka melintasi alam Australia. Menjelajahi hutan eukaliptus, melintasi gurun, meniti patahan Antartika, hingga bertemu kanguru dan koala. Menaiki sebuah station wagon berwarna merah.

Ketika selesai membaca buku ini, pendapatku tentang para traveler adalah mereka keren. Tidak ragu-ragu, they do what they want. Aku suka sekali buku ini. Tidak semua bisa menceritakan perjalanannya secara rinci. Apalagi perjalanan selama 30 hari yang lalu dibukukan menjadi cerita yang menarik. Di dalam Under The Southern Stars juga ada beberapa foto-foto yang diambil selama perjalanan.

Buku ini seluruhnya terdiri dari 15 bab. Bagian favoritku adalah bab pertama, Station Wagon dan Empat Pengelana. Karena dari situlah dibahas awal mereka semua berkumpul, memulai perjalanan bersama sama. Selain itu diceritakan bagaimana mereka bisa berkumpul? Empat orang yang belum kenal lama, berkumpul jadi satu lalu melakukan perjalanan sejauh 4500 km. Hal pertama yang terlintas di pikiranku adalah ribut dan perbedaan pendapat. Apakah terjadi? Jawabannya iya. Tapi, mau bagaimana lagi selain menjalani?

Apa pun yang akan terjadi di dalam mobil ini, sudah terlambat untuk kembali. [Halaman 3]

Dari segala perbedaan dan ribut itulah banyak hal yang dapat kuperoleh dari buku ini.

Bahwa, mengerti orang lain itu penting.

Bahwa, mencoba menghargai orang lain itu perlu.

Dan, bahwa menyesuaikan diri itu harus selalu dilakukan.

Untuk kekurangan dari buku ini adalah, masih adanya salah ketik. Tapi, jika dilihat dari jumlah halamannya yang lebih dari 300 halaman masih bisa dimaklumi. 🙂

…beterbangan di sela-selara pohon. Setelah dicari di KBBI sela-selara tidak ditemukan, yang ada adalah sela-sela.

…bunga lavendel menyambut kedatangan kami. Seharusnya “l” tersebut adalah “r” [Halaman 275]

Kalimat-kalimat favorit dari Under The Southern Stars

Selama masih bisa, kenapa tidak mengambil keputusan luar biasa untuk menikmati masa muda? [Halaman 55]

“…kalau engkau benar-benar menginginkan sesuatu, lakukanlah. Selalu percaya bahwa kau bisa melakukannya.” [Halaman 70]

Hal-hal terbaik justu datang dari kesederhanaan yang selama ini tak pernah disadari. [Halaman 299]

Dan, apakah aku merekomendasikan buku ini? Tanpa ragu aku jawab tentu saja. Tidak akan kecewa membaca segala hal yang dilalui Mbak Anida, misalnya memanjat pohon penuh koala atau melihat kanguru yang tengah berjemur santai. Untuk Mbak Anida Dyah, ditunggu kisah perjalanan selanjutnya.Semoga salah ketik tidak ada lagi. ^_^

Travel brings the best and the worst out of you.

Keterangan Buku:

Penulis: Anida Dyah

Editor: Resita Wahyu Febiratri & Alit Tisna Palupi

Penata letak: Anida Dyah

Penyelaras tata letak: Erina Puspitasari

Desain cover: Anida Dyah

Ilustrasi peta: Thomas Texier

Credit photo: Anida Dyah

Penerbit: GagasMedia

Terbit: I, 2014

Tebal: 320 hlm

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s