Monthly Archives: January 2015

They Are Not Like Us…

Standard

BuWOmKoCYAAHRXTKaty dan ibunya pindah ke Virginia Barat. Mencari kehIdUpan baru setelah kematian ayahnya karena kanker otak 3 tahun lalu. Semuanya bisa dibilang berawal dari sini.

Tetangga barunya di Virginia Barat adalah sepasang saudara kembar Black. Daemon Black dan Dee Black. Daemon, yang begitu tampan, tinggi, dan keren – seperti kata ibu Katy, namun sayangnya dia orang yang begitu menyebalkan. Dan Dee, cewek cantik yang sangat ramah dan ceria.

Sejak awal bertemu, beberapa kali Katy merasa ada yang aneh dengan saudara kembar itu. Pada mulanya Katy menganggap semua itu halusinasi. Tapi semua berubah, sejak Daemon menyelematkannya. Katy sadar bahwa itu semua adalah nyata. Sejak saat itu banyak yang berubah.

Katy harus menyimpan dengan baik rahasia yang diketahuinya. Dan yang terpenting selalu berhati-hati terhadap bangsa Arum. Mereka begitu berbahaya bagi kaum Daemon dan Dee. Seiring berjalannya cerita, Daemon dan Katy semakin dekat. Apa Katy berhasil menjaga rahasia itu hingga akhir? Apa bangsa Arum berhasil menemukannya? Yang paling menarik, apa Katy dan Daemon akan lelah menyangkal perasaan masing-masing? Read the rest of this entry

Paper Towns by John Green

Standard

paper townsQuentin Jacobsen telah mengenal Margo Roth Spiegelmen sejak lama. Bisa dibilang dialah orang yang pertama kali mengenal Margo dibanding teman-teman SMA-nya. Quentin dan Margo saling bertetangga sejak lama. Mereka sangat dekat sejak kecil. Sering bermain bersama, bersepeda bersama bahkan menemukan mayat seorang pria-Robert Joyner di taman secara bersama-sama.

Read the rest of this entry

Titik Titik Tetes Hujan

Standard
glass-97504_640

sumber: pixabay.com

Hembusan angin pertanda hujan. Jendela di lantai dua rumah dengan cat putih gading itu terbuka. Berbeda dengan beberapa rumah di sekitarnya yang menutup rapat pintu dan jendela ketika angin datang. Gadis itu duduk di dekat sana, di sebuah kursi santai berwarna merah muda. Mata cantiknya menatap lurus ke luar, melihat daun-daun pohon mangga di halaman rumahnya, yang menari mengikuti arah angin. Tangan kanannya memegang sebuah buku dengan sampul berwarna hitam. Di sampul itu terdapat dua orang wanita yang berdiri di sebuah cermin, saling memandang satu sama lain.

Read the rest of this entry