They Are Not Like Us…

Standard

BuWOmKoCYAAHRXTKaty dan ibunya pindah ke Virginia Barat. Mencari kehIdUpan baru setelah kematian ayahnya karena kanker otak 3 tahun lalu. Semuanya bisa dibilang berawal dari sini.

Tetangga barunya di Virginia Barat adalah sepasang saudara kembar Black. Daemon Black dan Dee Black. Daemon, yang begitu tampan, tinggi, dan keren – seperti kata ibu Katy, namun sayangnya dia orang yang begitu menyebalkan. Dan Dee, cewek cantik yang sangat ramah dan ceria.

Sejak awal bertemu, beberapa kali Katy merasa ada yang aneh dengan saudara kembar itu. Pada mulanya Katy menganggap semua itu halusinasi. Tapi semua berubah, sejak Daemon menyelematkannya. Katy sadar bahwa itu semua adalah nyata. Sejak saat itu banyak yang berubah.

Katy harus menyimpan dengan baik rahasia yang diketahuinya. Dan yang terpenting selalu berhati-hati terhadap bangsa Arum. Mereka begitu berbahaya bagi kaum Daemon dan Dee. Seiring berjalannya cerita, Daemon dan Katy semakin dekat. Apa Katy berhasil menjaga rahasia itu hingga akhir? Apa bangsa Arum berhasil menemukannya? Yang paling menarik, apa Katy dan Daemon akan lelah menyangkal perasaan masing-masing?

Obsidian yang diambil melaui sudut pandang Katy ini sangat mengagumkan, bahkan ceritanya sudah dapat terlihat menarik hanya dari sinopsisnya. Daemon dengan Katy, hubungan mereka begitu menarik. Jujur, novel ini memang begitu tebal. Tapi aku harap ini tidak menghilangkan rasa penasaranmu. Percayalah, aku membaca 300 halaman lebih dalam sehari. Sisanya pada hari berikutnya lalu selesai.

Dan setelah menutup buku ini, aku makin yakin bahwa Daemon dan Katy adalah pasangan yang sangat… keren :-D. Bagian dari karakter Katy yang menarik disini adalah dia yang merupakan seorang blogger buku dengan sifat begitu keras kepala. Untuk judulnya, Obsidian. Aku menemukannya muncul di bab 24, setelah membaca sekitar tiga perempatnya.

“Ini obsidian-kaca vulkanik. Ujungnya luar biasa tajam dan akan menembus apapun.”

[Halaman 349]

Peran apa yang dimiliki obsidian dalam seri pertama Lux Series ini, lebih baik membacanya sendiri. 🙂

Sedangkan pendapatku untuk sampul depannya, cuma sedikit kecewa dengan wajah Katy yang tidak diperlihatkan. Padahal penggambaran Katy lebih sedikit dibandingkan Daemon. Daemon digambarkan keren, tinggi, bermata hijau, dan lain sebagainya secara rinci. Bahkan sedikit penggambaran mengenai Daemon dapat ditemukan di sinopsis back cover.

Dan Lux Series karya Jennifer L. Armentrout ini terdiri dari 4 buku.

  1. Obsidian: A Lux Novel
  2. Shadows: A Lux Novella
  3. Onyx: A Lux Novel
  4. Opal: A Lux Novel

Silakan baca kisah Daemon dan Katy diawali dengan Obsidian. Setelah itu bersiap-siaplah menabung menanti terbitnya seri-seri selanjutnya. ^_^

Kesalahan ketik yang muncul di Obsidian terdapat di bab-bab akhir.

“…begitu kuat. perasaan yang merayapiku lebih dari sekedar muak.”[Halaman 339] Jika awal kalimat huruf “p” seharusnya besar.

“…kalau kau itu maumu..” [Halaman 340] Lebih tepat jika kata ‘kau’ dihapus.

Sedangkan,

“Bau ter terbakar mengisi udara.” [Halaman 353] Untuk yang ini aku masih ragu termasuk salah ketik atau merujuk pada minyak ter

Kalimat favorit yang aku kutip dari Obsidian:

“Sepengamatanku, orang-orang paling cantik, yang cantiknya luar dalam, adalah orang yang tidak sadar akan efek yang mereka timbulkan kepada orang lain.”

[Halaman 97]

Keterangan Buku:

Judul: Obsidian

Karya: Jennifer L. Armentrout

Penerjemah: Nadya Anggraini

Penyunting: Bunga Siti Fatimah

Pewajah isi: Nurhasanah Ridwan

Terbit: I, Juli 2014

Penerbit: Laluna and Friends

Tebal: 475 hlm

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s