[Review] To All the Boys I’ve Loved Before

Standard

00_BANNER  Blog Tour TATB foto0048_001Keterangan Buku:

Judul Buku: To All the Boys I’ve Loved Before

Penulis: Jenny Han

Penerjemah: Airien Kusumawardani

Penyunting: Selsa Chintya

Proofreader: Yuli Yono

Ilustrasi Isi: @teguhra

Penerbit: Spring

Terbit: I, April 2015

Tebal: 380 hlm

Kami adalah tiga gadis Song. Dulu ada empat orang gadis Song.

Ibuku, Eve Song. Ayahku memanggilnya Evie, kami memanggilnya Mommy, orang lain memanggilnya Eve.

Song adalah nama keluarga ibuku. Nama keluarga kami Covey-Covey yang dieja seperti lovey, bukan seperti cove.

[Halaman 15]

Tiga orang gadis Song mengisi rumah keluarga Covey. Masing-masingΒ  dari mereka adalah Margot, Lara Jean, dan Kitty sebagai yang termuda sekaligus paling nakal. Keluarga Covey adalah keluarga yang begitu hangat dan dekat satu sama lain. Dan, kehangatan dan kedekatan itulah yang kemudian mengalami ujian. Sebuah revolusi kecil membawa dampak besar bagi mereka.

Walaupun Margot bukan orang yang banyak bicara, rumah kami rasanya jadi sepi. Entah bagaimana rasanya hampa. [Halaman 38]

Margot sebagai pemimpin gadis-gadis Song, sekaligus yang paling tua di antara mereka memutuskan kuliah ke Skotlandia, meninggalkan ayah, kedua adiknya, dan pacarnya, Josh. Kepergian Margot membawa dampak bagi orang-orang dekatnya. Terutama bagi Lara Jean. Banyak hal-hal yang harus diketahuinya untuk menggantikan Margot.

Lara Jean yang tidak pandai menyetir kini harus menyetir sendirian ke tempat-tempat tujuannya.

Lara Jean harus mulai belajar membuat kopi yang selama ini selalu dilakukan oleh Margot.

Lara Jean harus menggantikan Margot untuk menjaga dan menjadi contoh yang baik bagi Kitty, adiknya.

Lara Jean menangani semuanya, setidaknya berusaha sebaik yang Margot lakukan. Sayang, semuanya tidak berjalan cukup baik.

Aku menjatuhkan diri ke lantai. Ini seperti sebuah film horor. Hidupku berubah menjadi sebuah film horor. [Halaman 85]

Turning point dalam hidup Lara Jean sebenarnya bukanlah kepergian Margot ke Skotlandia. Yang sebenarnya baru saja dimulai.

Semuanya karena surat-surat cinta Lara Jean di kotak topi pemberian ibunya. Surat cinta itu bukan untuknya, tapi surat yang ia tulis. Satu surat untuk setiap cowok yang pernah ia cinta – totalnya lima pucuk surat. Setiap kali menulis, semua perasaan dicurahkannya. Seakan mereka tidak pernah membacanya. Sampai suatu hari, semua surat itu terkirimkan – entah oleh siapa.

Saat itu juga kehidupan cinta Lara Jean jadi tak terkendali. Kekacauan itu melibatkan semua cowok di surat cintanya. Termasuk cinta pertamanya, pacar kakaknya, dan cowok paling keren di sekolah.

Sanggupkah dia menghadapi ini semua?

Dan, bisakah Lara Jean memaafkan pengirim semua surat itu?


Lara Jean Song Covey

Surat-surat cinta yang dimilikinya memang beda. Surat-surat itu bukan untuk mengungkapkan perasaan pada orang lain, melainkan sebaliknya.Surat itu untuk menurup perasaan pada seseorang. Mungkin karena itulah, Lara Jean menuliskan seluruh perasaannya.

Agar semua surat itu nantinya dapat ‘membebaskan’ Lara Jean. Tapi Lara Jean pasti akan membatalkan niatnya itu jika tahu semua pesannya pada akhirnya akan tersampaikan. Sejujurnya, terkirimnya surat-surat ini bukan hanya mengejutkan Lara Jean namun juga para cowok yang menerimanya.

Kubuka mataku. Aku tidak sedang bermimipi dan ini nyata. Ini mimpi buruk.

Sinopsis novel Jenny Han ini sangat menarik bagiku, cukup untuk membuat tertarik dengan cerita keseluruhannya. Aku yakin, itu terjadi dengan yang lainnya juga. Beberapa hal yang menurutku membuat novel ini menarik saat melihatnya pertama kali adalah

  • Sampulnya. Memang sih, jangan menilai buku dari sampulnya. Tapi, sampul yang persis seperti versi asli novelnya 9bukan terjemahan) ini memang kece. Nggak seperti novel sebelumnya, buku kedua Spring kali ini memakai sampul asli. Dan setelah dilihat, itu bukan pilihan yang salah. Aku suka sama gaya penulisan judulnya, seperti tulisan tangan yang pakai spidol dan model di sampul depan yang ingin digunakan untuk menggambarkan sosok Lara Jean. πŸ™‚
  • Terus, aku juga tertarik sama kebiasaan Lara Jean. Tentunya kebiasaannya menulis surat cinta itu. Setelah tokoh ciptaan John Green di Looking for Alaska yang suka sama kata-kata terakhir, tokoh Lara Jean ciptaan Jenny Han ini juga unik. Lara Jean sendiri sadar akan hal itu.

Aku mengangkat dagu. “Beginilah uniknya aku.” [Halaman 100]

  • Dan yang membuat penasaran berikutnya adalah salah satu orang yang nantinya menerima surat itu. Josh Sanderson, pacar kakak Lara Jean. Banyak pertanyaan muncul saat tahu salah satu surat itu untuk Josh. Apa Margot akan marah? Apa Lara Jean akan mengakuinya? Dan lain sebagainya.

Novel To All the Boys I’ve Loved Before tidak hanya menyajikan hal-hal menarik di luarnya saja. Ketika mulai membaca novel yang disajikan dengan sudut pandang Lara Jean ini, aku menikmati setiap kata yang digunakan. Rasanya ingin terus membalik halaman sampai habis.

Kedekatan antar anggota keluarga Covey, karakter Lara Jean yang terkesan ceroboh, munculnya kembali Peter Kavinsky – si cowok terkeren di sekolah. Aku suka semua yang diciptakan Jenny Han dalam To All the Boys I’ve Loved Before. Termasuk kenyataan bahwa tokoh-tokoh dalam novel ini tidak ada yang sempurna.

Tidak ada yang diciptakan untuk selalu jadi yang baik. Termasuk Margot. Oh, ya ketika membuka halaman pertama, aku menemukan fakta bahwa pembatas novel terbitan kedua Spring ini nggak mainstream bentuknya πŸ˜€ Bukan terdiri dari panjang dan lebar sepeti biasanya. Begini bentuknya: foto0046_002Untuk typo, novel ini belum bebas. Kesalahan yang aku temukan:

  1. Kau berserdawa, tapi tidak mengucapkan maaf. [Halaman 79]Β Β  Tepatnya bersendawa.
  2. Kitty juga mem-perlihatkan ekspresi wajah aneh padaku. [Halaman 112] Tanda (-) seharusnya dihilangkan.
  3. aku berpakakian sebagai karak-ter manga. [Halaman 243] Tanda (-) seharusnya dihilangkan.
  4. Genevieve melang-kah pergi sambil menunduk. [Halaman 321] Tanda (-) seharusnya dihilangkan.

Beberapa kutipan menarik yang aku ambil dari To All the Boys I’ve Loved Before:

Namun, untuk masalah hati kita tidak bisa memperkirakan bagaimana seseorang akan bersikap. [Halaman 18]

Tapi kurasa sifat dasar seseorang tidak akan berubah. Diri mereka yang sebenarnya akan selalu sama. [Halaman 120]

Menurutku sebuah hubungan tidak hanya berkaitan dengan sentuhan fisik. Selalu ada cara untuk menunjukkan bahwa kau menyayangi seseorang, tidak hanya menggunakan bibirmu. [Halaman 128]

Karena beberapa hal adalah sesuatu yang serius dan harus dianggap serius. [Halaman 157]

Advertisements

27 responses »

  1. Pingback: [BLOG TOUR & GIVEAWAY] TO ALL THE BOYS I’VE LOVED BEFORE | Sudut Baca

  2. Ada satu hal utama yang paling bikin saya penasaran dengan novel ini sejak pertama kali tahu dan baca resensinya dari berbagai sumber, “siapa yang mengirim surat-surat cinta Lara Jean kepada orang-orang yang dituju itu?” Selalu disebutkan entah-siapa-pengirimnya. Sejauh ini tidak ada satu pun resensor yang menyebutkannya, entah itu memang tidak dijelaskan dalam bukunya atau sengaja tidak disinggung oleh resensor supaya bagian ini nggak jadi spoiler. Tapi kalau sampai nggak dijelasin di bukunya, kurasa ini akan menjadi janggal, bukan? Bagaimana pun surat-surat itu kan Lara simpan dalam wilayah privasinya–brangkas atau nakas atau lemari atau apalah di dalam kamarnya. Kuharap memang ada penjelasannya. Kalau pun memang tidak ada di buku yg ini, mungkin itu akan ada di buku kedua. πŸ™‚

  3. Novel ini emang buat penasaran banget, di lihat dari cover memang sweet banget ditambah pembatas yg anti-mainstream πŸ˜€ memang dari semua review novel TATBILB yg aku baca ini semuanya bikin aku greget pingin cepet2 baca!! πŸ˜€ kisah cinta Lara Jean agaknya emang rumit banget, jadi pingiinn bangeettt hehehe

  4. Waw! Ini adalah review pertama yang aku baca, yang menceritakan kehidupan Lara Jean pada bagian saat ditinggal oleh kakaknya, Margot, pergi ke Skotlandia. Hanya sedikit me-review tentang bagian-bagian ‘laki-laki’-nya Lara Jean πŸ˜€ Bagian yang membuatku penasaran tentu saja adalah siapa pengirim surat-surat Lara Jean itu 😐 Tapi, yahh kalau dituliskan pengirimnya, tentu saja itu adalah spoiler besarrrrr~

  5. Setelah berkali kali membaca reviewnya, rasa penasaran ku malah bertambah besar >.< novel ini membuat penasaran banyak orang bukan hanya karena cover, judul, penulisnya ataupun keunikan Lara Jean. Tapi pasti penasaran juga dengan endingnya ^^ aku bisa memikirkan berbagai macam kemungkinan bagaimana reaksi dari margot, josh ataupun Peter setelah mengetahui surat itu. Tapi aku tidak bisa memikirkan ending keseluruhannya. Apakah Lara Jean akan berpacaran dengan Peter? Atau kemungkinan lainnya yang tak terpikirkan olehku. Jalan cerita novel ini masih sangat abu-abu jika belum membaca novelnya, semoga aku bisa secepatnya membaca novel ini ^_^

  6. Yayayaa, selama blogtour ada beberapa yang nanyain bgaimana jika adik berpacaran (mnyukai) mantan pacar kita sendiri ? Hal ini juga membuat aku penasaran. Gimana sih, perasaannya Margot mngetahui Lara suka mantan pacarnya.
    Soal cover, emang bener ! covernya manis banget~~

  7. Selalu tertarik sama kisah cinta ala remaja yang masih unyu-unyu. Apalagi kalau kisahnya seperti Lara Jean, cuma bisa ngungkapin perasaannya lewat hitam diatas putih. Pasti isi surat Lara Jean aneh-aneh deh, secara dia kan cuma nulis dan gak berani mengirim suratnya >< mungkin yang diam-diam menyebarkan surat Lara Jean udah kesel kali ya karena Lara cuma bisa memendam perasaannya didalam kotak topi pemberian ibunya. Alibi aku sih mengira salah seorang anggota keluarganya yang nyebarin, tapi gak tahulah…jawabannya hanya di novel kece ini.

  8. menurutku ada 2 hal yang ngebuat aku penasaran sama novel ini. Pertama, siapa yang mengirimkan surat – surat Lara Jean. Dan yang kedua, kemana 3 orang penerima surat lainnya? Kenapa hanya Peter dan Josh yang sering ‘disinggung’ dalam novel ini?
    Mingkin kedua hal itu akan terjawab di seri keduanya / mungkin sebenarnya sudah dijelaskan dalam seri pertmanya namun gak ada host blogtour yang menyinggung 2 hal tersebut?^^

  9. Greget sama jalan ceritanya sih, itu Josh sama Peter sekece apa sih sebenarnya? Sok-sokan jadi #TeamPeter padahal belum baca bukunya. Tapi, so far, kenapa mereka berdua aja ya yang sering jadi pemeran cowok, sisa tiga orang yang juga kena suratnya Lara Jean, kemana?

  10. aku belum punya bukunya tapi udah ngintip surat untuk peter. lucu banget karena antimainstream.
    btw, aku juga suka banget sama covernya padahal biasanya nggak suka cover yang pake model.

  11. Masalah hati. Ada perasaan khusus sama mantan pacar kakak sendiri ><
    Novelnya keren.. menarik untuk dibaca lebih…..
    Reviewnya juga bagus. bahasanya santai. suka ^^

  12. Yes! Setuju banget sama ka Dinar. Aku juga penasaran siapa yang mengirim surat surat tersebut. Lalu pembatas bukunya juga anti mainstream & gak monoton. Mungkin menurutku review ini sangat cukup menjelaskan tentang jalan ceritanya. Huh, mupeng banget punya novel ini :3 semoga Penerbit Spring segera menerbitkan sekuelnya πŸ˜€

  13. Gimanapun aku mau berhenti ngikutin blog tour, kegemasan dan keunikan buku ini bikin gak bisa berhenti. Pesona cover, pembatas buku, sinopsis dan review2 dari host blog tour Spring. Apalagi bagian dari buku ini yang tidak menarik dan memikatku begitu saja?

    Dari review di atas ada hal baru soal cara membaca Covey. Nama Lara Jean Song Covey jd makin cantik kan? Kkkkkkk

    Dapet info kalo sekuelnya sudah terbit di luar sana. Ayo nunggu bareng2 buat sekuelnya. ^^

  14. yang buat aku tertarik ngebaca novel itu, pasti pertama tama judulnya lalu covernya yang aku amati.
    Dan novel ini masuk wishlist ku,, karna keduanya ada dalam buku ini ^^ xoxooxo

  15. Reviewnya ntabs… aku suka bacanya… lengkap hehe…
    Apa cuma aku yang agak ngakak baca bagian resensi kalau suratnya Lara nyampe ke tangan Josh? hihihi :3 enggak bisa bayangin!
    ya ampun tokohnya mungkin kalau di dunia nyata ganteng-ganteng. //aku gakuat//
    cerita rumit, tokoh unik……siapin peralatan perang baca To All the Boys I’ve Loved Before~~~

  16. Sejak awal adanya info mengenai blogtour yang diadakan oleh Penerbit Spring mengenai novel ini, aku antusias sekali. Di goodreads banyak yg membicarakan mengenai novel ini dan memberi vote bagus. Penasaran bakal seperti apa para blogger handal mereview buku To All the Boys I’ve Loved Before. Dan ternyata setelah membaca reviewnya, aku benar-benar suka!
    Tidak sabar untuk bisa segera membaca buku ini.^^

  17. Membaca sinopsisnya saja sudah bikin penasaran, apalagi ketika tahu bakal ada sekuel dari novel ini. Namun buku yang bersekuel juga menandakan bahwa ceritanya bisa jadi belum selesai di buku pertamanya…
    Well, tapi membaca review yang ada, tampaknya buku ini worthed buat dimiliki.

  18. kayaknya yang jadi masalah paling besar adalah Josh yaaa malah tepat saat kakak nya pergi dari rumah :/ aku pikir yang ngirim surat-surat itu adalah Margot lalu ia kabur biar bisa mengintai adiknya dari jauh -_-
    karena novel ini tentang keluarga, pastinya si Margot pengen adiknya berubah mandiri XD

    wkwk ngarang bebas sesukanya mumpung masih pagi XD

  19. penjabaran tentang hal yang membuat ingin membaca novel ini sama denganku… Palagi kehidupan lara jean dan surat cintanya bikin semua orang ingin kembali ke masa remaja. Masa remaja adalah masa paling bahagia dan tak terlupakan. Membaca reviewnya saja kisah lara jean membuatku berkaca pada pengalmanku sendiri.
    Aku suka kata-kata direview yang ini” Kedekatan antar anggota keluarga Covey, karakter Lara Jean yang terkesan ceroboh, munculnya kembali Peter Kavinsky – si cowok terkeren di sekolah. Aku suka semua yang diciptakan Jenny Han dalam To All the Boys I’ve Loved Before. Termasuk kenyataan bahwa tokoh-tokoh dalam novel ini tidak ada yang sempurna.”
    Nilai plus yang membuat orang untuk membaca novelnya

  20. Saat baca review ini …penasaran bngt sma kejadian apa yg bakal terjadi di dalam novel ini…siapa yg mengirim surat2 lara jean ?? bikin penasaran akut karna bnyak bngt yg bilang novel ini bagus bngt πŸ˜€

  21. Pingback: Review: P.S. I Still Love You by Jenny Han | Sudut Baca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s