Review: I Love You; I Just Can’t Tell You | Alvi Syahrin

Standard

Ini kisah cinta pertama

Cinta yang polos dan meragu,

menjebakmu dalam momen katakan-tidak-katakan-tidak, membuatmu bertanya,

“Apakah ini akan sepadan dengan hasilnya?”

11782272_793544447432557_6438390103010106402_oKeterangan Buku:

Judul: I Love You; I Just Can’t Tell You

Penulis: Alvi Syahrin

Penerbit” Gagas Media

Terbit: I, 2015

Tebal: 326 hlm

Sinopsis:

Ini kisah cinta pertama…

Yang membuat hati kecilmu selalu bertanya, “Apakah cerita ini bisa membawa bahagia?”

 

Daisy Yazawa, sedang menikmati usia enam belas tahunnya di kelas sepuluh. Seperti kebanyakan teman di sekitarnya, punya pacar dan mengalami jatuh cinta adalah sesuatu yang menarik baginya. Tapi sayang, beberapa hal mengganjal Daisy untuk punya pacar. Bahkan hanya sekedar jatuh cinta.

Daisy terlalu khawatir tidak ada yang bisa menerima kondisinya. Dia sadar tidak seperti gadis-gadis lain seusinya di sekolah. Dada yang terlalu rata, bahkan mirip dinding yang baru diampelas. Pinggul yang tidak melekuk indah. Dan menstruasi pertama yang tak kunjung tiba.

Hingga suatu saat, secara tidak sengaja teman-teman Daisy menyadari Daisy yang ‘berbeda’. Sejak itu, pandangan mereka mulai berubah. Tapi sejak itu pula, Daisy berubah juga. Sesuatu muncul di dalam hatinya. Daisy akhirnya bertemu cinta pertamanya.

Alan Atmadjaya. Kakak mahasiswa yang sering datang ke sekolah dan menjadi favorit teman-temannya. Dia yang tinggi, berkacamata, bertulang pipi tegas, jarang tersenyum, dan…tampan. Dia yakin Alan lah cinta pertamanya.

Debaran dalam dada. Perut yang mendadak mulas. Hingga sensasi setrum saat mata mereka saling bertemu.

Perasaan jatuh cinta Daisy begitu menggebu-gebu. Daisy mulai mencari berbagai info mengenai Alan. Melakukan banyak hal. Berharap berhasil mencuri perhatian Alan. Berharap Alan akan menghubunginya.

Bahkan Daisy sampai nekat menyusup ke kampus Alan. Menyamar sebagai salah seorang mahasiswi di kelas Alan. Penyusupan itu berhasil. Hanya saja berakhir dengan kesalahpahaman. Dan malah menimbulkan perasaan jengkel Alan pada Daisy.

Jadi, apakah cinta pertama Daisy akan berhasil?

Dan, apakah Daisy akan melepas Alan saat tahu ada pria yang mau menerimanya?

Di lain pihak, Alan sedang menyimpan perasaan cinta pada Ve, sahabatnya. Meski Ve sudah melakukan penolakan-penolakan pada Alan. Tapi nyatanya Alan terus bertahan. Dia terlalu sulit melepaskan, melupakan, dan mencari gantinya.



Jujur, di awal-awal aku sebal sama karakter Daisy :D. Melihat kelakuan dia yang nekat banget buat dekat sama Alan bikin risih. Atau mungkin karena iri keberanian Daisy. Tapi lama kelamaan, mulai maklum dengan perasaan Daisy.

Selama ini dia enggak bisa mengikuti pembicaraan teman-temannya tentang cinta. Lalu ketika cinta pertama akhirnya datang, ya… Daisy yang pantang menyerah mengejarnya sekuat tenaga. Dia mulai merasakan berbagai perasaan yang sebelumnya cuma bisa dia dengar lewat teman-temannya.

Selain berbagai usaha yang pada mulanya bikin risih itu. Agak kesel sama Daisy yang galak banget sama ibuk, panggilan Daisy untuk ibunya. Buat hal ini, ketika Daisy marah sama ibuk bukan maklum tapi paham akhirnya. Karena kadang, pernah ada di posisinya. Ketika orang tua yang kadang banyak memerintah ini, memerintah itu kita sebal. Padahal sebenarnya kita tahu, itu semua karena rasa sayang dan cinta.

Dari segi cerita, suka banget sama novel pertama seri Love Cycle ini. Kita bakal ketemu sama berbagai konflik batin tiap tokohnya. Daisy, Alan, dan Ve.

Dan di dalamnya enggak melulu soal cinta sama lawan jenis. Tapi juga terdapat tentang cinta dan kasih sayang orang tua untuk anak.

Untuk penyampaiannya, menggunakan sudut pandang orang pertama. Dari Daisy, Alan, dan Ve. Dibagi secara bergantian.

Karakter favoritku di sini adalah Ve. Meski porsi dia lebih sedikit dibandingkan Alan dan Daisy. Melalui sudut pandangnya, kita akan tahu kalau Ve adalah sosok yang bijak. Atau setidaknya dia mencoba jadi orang bijak. Hal itu mungkin disebabkan sebuah peristiwa di masa lalunya. Suka sekali tiap dia menenangkan Alan ketika sedang marah-marah dengan Daisy.

Satu hal yang buat novel ini menarik dan sepertinya ada di tiap seri Love Cycle adalah ilustrasinya. Bagian Daisy yang dibuka dengan ilustrasi sebuah sepeda. Alan dengan ilustrasi langit berawan. Dan Ve dengan ilustrasi gadis berpayung.

Selain itu juga diselipkan ilustrasi lain di bagian-bagian tertentu. Sebagai gambaran menariknya ilustrasi di dalam, kita bisa lihat sampul depan yang eye-catching banget. Atau ini cuplikan salah satu ilustrasi di dalam:

11754428_793544444099224_4864026249733497424_o

Hal yang bikin mengganjal di novel ini ada satu buatku, yaitu ASDFGHJKL!!! Muncul di halaman 14 dan 18. Entah, tapi rasanya sedikit terganggu setelah melewati itu dan lanjut ke kata atau kalimat berikutnya.

Masalah typo, ada beberapa.

Baris ketujuh di halaman 22 tanpa spasi

Memekikkan telingaku…” Halaman 185. Seharusnya memekakkan.

“Dapat mengecawakan orang-orang terdekat kita.” Halaman 199. Seharusnya mengecewakan.

Serta Interviu di halaman 304. Seharusnya interview

Selesai membaca novel I Love You; I Just Can’t Tell You, menurutku ceritanya ‘manis’. Senang banget, dengan penulis yang memunculkan tokoh ibuk. Perhatian-perhatian yang diberikan pada Daisy, meski cuma sebagai pembaca aku ikut merasakannya.

Favourite qoutes:

“Nak, akan ada waktu yang tepat untuk cinta sejati. Semua ada waktunya, Sayang” Halaman 319.

“Allah selalu punya rencana terbaik. Mungkin hari ini kita ndak tahu kenapa semua ini terjadi. Tapi pada waktu yang tepat nanti, kita akan tahu kenapa.” Halaman 298.

“Cinta yang sesungguhnya tidak perlu menggebu-gebu. Cinta yg sesungguhnya itu menenangkan.” Halaman 121.

11728783_793546164099052_1769070935939617669_o

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s