#1 Cinder – The Lunar Chronicles by Marissa Meyer

Standard

Layout Cover Cinder copy

.

Wabah baru tiba-tiba muncul dan mengecam populasi penduduk Bumi yang dipenuhi oleh manusia, cyborg, dan android. Sementara itu, di luar angkasa, orang-orang Bulan mengamati mereka, menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.

Cinder—seorang cyborg—adalah mekanik ternama di New Beijing. Gadis itu memiliki masa lalu yang misterius, diangkat anak dan tinggal bersama ibu dan dua orang saudari tirinya. Suatu saat, dia bertemu dengan Pangeran Kai yang tampan. Dia tidak mengira bahwa pertemuannya dengan sang Pangeran akan membawanya terjebak dalam perseteruan antara Bumi dan Bulan. Dapatkah Cinder menyelamatkan sang Pangeran dan Bumi?

.

tumblr_ldfhzp4d7r1qekzjto1_500_large

The Lunar Chronicles merupakan novel yang mencoba menceritakan kembali dongeng-dongeng klasik yang sering kita dengar secara lebih modern. The Lunar Chronicles mendasarkan cerita pada Cinderella, Red Riding Hood, Rapunzel, dan Snow White.

Nggak tanggung-tanggung, latar cerita yang dipakai dalam The Lunar Chronicles adalah seusai perang dunia keempat! Kita akan ketemu istilah-istilah baru akibat perang dunia dan majunya teknologi. T.E (Third Era), Netscreen,Portscreen, dan Hover misalnya.

Cinder menjadi novel pembuka dalam Serial The Lunar Chronicles. Cerita dalam Cinder diambil dengan sudut pandang pertama tokoh utama wanitanya, Cinder. Dia merupakan seorang cyborg atau manusia yang memiliki bagian-bagian tubuh robot. Dilihat dari judulnya, kita bisa tahu kalau novel pertama ini didasarkan pada kisah Cinderella dan Prince Charming-nya, Kit.

Meskipun begitu, keseluruhan ceritanya sudah dirombak habis sama penulis. Hanya bagian-bagian yang sangat identik dengan dongeng Cinderella yang muncul di sini. Misalnya saja latar belakang Cinder yang harus tinggal bersama ibu tiri dan saudara tirinya. Dan tentu saja adanya sosok pangeran yang mendampingi Cinder. 🙂

Secara keseluruhan, suka banget sama novel ini. Yang paling menarik menurutku di sini adalah penggambaran karakter Cinder yang terasa beda jauh sama Cinderella. Cinder lebih berani melawan dibandingkan Cinderella. Dia bahkan berani bohong dan punya niat kabur ke luar negeri. Kesan yang didapat melalui karya Marissa Meyer ini adalah menarik dan kaget.

The Lunar Chronicles, Cinder khususnya –karena memang baru baca ini, menarik banget karena hasil adaptasi dongeng klasik yang beda sekali dari segi latar waktu dan tokoh-tokohnya. Kemudian perasaan kaget, ini terjadi ketika membaca kalimat pertamanya. Setelah aku tahu kalau ternyata Cinder yang didasarkan pada tokoh Cinderella bukan manusia seutuhnya. Melainkan cyborg.

Sekrup yang terpasang di pergelangan kaki Cinder telah berkarat.

Mengenai Cinder sendiri, dia bukanlah cyborg biasa. Dia punya sesuatu yang membuat Cinder berbeda dibandingkan manusia bumi lainnya. Sosok Cinder sebenarnya udah bisa aku tebak setelah tahu sosok yang diselidiki dan dicari keberadaannya oleh Pangeran Kai selama ini.

Dalam membaca Cinder, bagian paling favoritku adalah pesta dansa! Bukan pada saat pesta dansa. Melainkan lebih ke bagaimana Cinder bisa tampil dalam pesta dansa kerajaan? Perlu diingat kalau tidak ada sihir dari ibu peri di sini. Semuanya harus diusahakan Cinder sendiri.

Well, sekarang saatnya bersama-sama menunggu novel Cinder terbit.

Yup! Versi terjemahan Cinder direncanakan terbit awal tahun 2016 nanti. Nah, setelah Cinder terbit kemudian berlanjut ke novel-novel berikutnya dari Serial Lunar Chronicles. Scarlet (berdasarkan Gadis Berkerudung Merah) kemudian  Cress (berdasarkan Rapunzel), dan terakhir Winter (berdasarkan kisah Putri Salju). Tiap buku rencananya akan diterbitkan sebulan satu buku oleh Penerbit Spring!

 “Aku yakin aku akan merasa jauh lebih bersyukur kalau menemukan

seorang pemuda yang menganggap gulungan kabel rumit pada seorang

gadis sebagai hal yang menarik.”

Cinder_And_Kai lunarchronicles.wikia.com.png
cr: lunarchronicles.wikia.com

Judul: Cinder

Penulis: Marissa Meyer

Penerjemah : Yudith Listiandri

Penyunting : Selsa Chintya

Proofreader : Titish A.K.

Penerbit: Spring

Tebal: 373 hlm

Terbit: I, Januari 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s