Review: Holy Mother – Akiyoshi Rikako

Standard

_20170501_132312

Terjadi pembunuhan mengerikan terhadap seorang anak laki-laki di kota tempat Honami tinggal

Berita itu membuat Honami mengkhawatirkan keselamatan putri satu-satunya yang dia miliki.

Polisi bahkan tidak bisa dipercayai.

Apa yang akan dia lakukakn untuk melindung putri tunggalnya itu?

 

Kota Aiide tempat Honami tinggal bersama keluarga kecilnya terusik oleh pembunuhan disertai pemerkosaan pada seorang anak laki-laki berumur empat tahun. Dengan ditutupi kardus, jasadnya dibuang di pinggiran Sungai Aiide. Sungai yang letaknya tak jauh dari tempat tinggal Honami.

Sebagai seorang ibu, hati Hanomi tentu saja terusik. Dia memiliki Kaoru, gadis kecil yaang memiliki sebagian darahnya itu. Hanomi tidak ingin siapapun menyakiti anaknya. Anaknya, akan ia lindungi. Hanomi rela melakukan apapun demi melindungi putrinya, anak mukjizatnya.

Seorang ibu yang melindungi anaknya akan mengerahkan seluruh kekuatannya.

Halaman 18

Berada di lingkungan itu pula, pemuda berusia 19 tahun yang merupakan mantan narapidana pelecehan seksual tinggal. Hanomi yang ingin melindungi putrinya, pada akhirnya menemukan foto Kaouru di apartemen pemuda itu.

Sedangkan Makoto, pelajar SMA 1 Aiiden yang pandai Kendo, berusaha mencegah hal buruk terulang kembali pada anak kecil di sekitarnya. Dia pun rela melakukan apapun.

……………….

Long Time No See

Holy Mother karya Akiyoshi Rikako menjadi pembuka review ku di blog ini, setelah sekian lama…

Ini menjadi novel ketiga Akiyoshi yang aku baca. Ketiga novelnya yang diterbitkan Haru sudah aku baca, tapi spesial The Dark Returns gak ada reviewnya 😀

Baca Holy Mother ini bisa dibilang aku telat banget. Novel ini sudah diterbitkan sejak Agustus 2016 dan baru bisa beli dan baca bulan April 2017. Kebetulan lagi ke Gramedia karena ada bazaar novel murah, aku liat-liat novel lain yang bukan obral dan akhirnya ketemu ini. Harganya ya jauh sama yang di obral. Nyesel beli? Jelas nggak!

Sebelum beli aku putusin lihat-lihat review di goodreads dulu, dan ratingnya bagus banget. Beberapa review juga nyebutin soal twist dan bikin makin penasaran.

Awal cerita dibuka oleh Honami yang bangun kesiangan dan takut si Kaoru terlambat sekolah. Tapi, selanjutnya dia sadar bahwa itu hari Minggu. Honami yang sadar lalu memutuskan membiarkan Kaoru terus terlelap dan melanjutkan pekerjaannya sebagai penerjemah. Saat tengah membuka browser mencari kata sulit, mata Honami tidak sengaja menangkap berita penemuan mayat siswa di Kota Aiide.

Sejak membaca berita itu, Honami menjadi sangat khawatir dan bertekad kuat melindungi putri satu-satunya. Aku merasa ibu Honami ini benar-benar berlebihan untuk melindungi putrinya. Karena itulah, rasanya jadi aneh dan makin penasaran sama Honami. Apalagi sampul novel ini agak nyeremin, aku jadi sempet mikir mungkin aja Honami … atau mungkin dia…

Selama alur cerita berlangsung, para pembaca akan dibuat nebak-nebak tentang sosok penting di novel ini. Si pembunuh? Bukan.

Holy Mother diceritakan dengan sudut pandang orang ketiga. Kita, sebagai pembaca dapat ikut melihat kasus ini melalui Honami, Tanizaki dan Sakaguchi (detektif yang menyelidiki), serta Makoto.

Well, cerita ini seru, kok. Sesuai dengan para pembaca yang sudah lebih dulu membaca, novel ini memang ada twist yang bikin kesel sendiri. Dengan beberapa tebakan-tebakan, sebagai pembaca ada satu tebakanku yang benar. Tapi tetap aja, twist ini bukan satupun dari tebakanku dan bahkan nggak terpikirkan sebelumnya.

Setelah membaca ini, kita juga akan tersadar bahwa ibu sejati rela melakukan apapun untuk melindungi anak-anaknya. Seperti kata ibu Makoto: seorang ibu sampai kapan pun akan mendukung anaknya.

Kekurangan dalam jalan cerita? Bagiku nggak ada, cuma kesel aja. Mau curhat tapi nanti spoiler dong. Salah ketik nggak terlalu memperhatikan, sih. Cuma ada penulisan ‘mereka’ yang berulang di halaman 143.

Holy Mother

Di sini juga ada…

… seorang ibu yang rela menjadi iblis untuk melindungi putrinya. [275]

 

Judul: Holy Mother

Penulis: Akiyoshi Rikako

Penerjemah: Andry Setiawan

Terbit: I, Agustus 2016

Penerbit: Haru

Tebal: 284 hlm

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s